Redaksi “Biskuit Kacang Hijau Jurusan PKK” oleh Suara Merdeka

Unnes Luncurkan Biskuit Kacang Hijau

sm

SEMARANG, suaramerdeka.com – Program Studi (Prodi) Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Semarang (Unnes) meluncurkan biskuit kacang hijau yang dibuat dari gabungan tiga tepung. Yakni tepung kacang hijau, beras, dan maizena.

Biskuit kacang hijau ini dibuat menindaklanjuti Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti. Bantuan ini diberikan dosen Unnes, salah satunya PKM yang diketuai Ir Siti Fathonah MKes.

”Pembuatan biskuit kacang hijau ini untuk mendukung program kemitraan masyarakat. Di mana, kami kerja sama dengan mitra binaan Unnes, bapak Suwandi yang memasok tepung kacang hijau sebagai bahan bakunya,” kata Siti kepada suaramerdeka.com di kantornya, Rabu (5/9).

Tepung kacang hijau diaplikasikan sebagai bahan baku biskuit. Dari hasil olahannya, biskuit itu telah dapat diterima masyarakat karena kandungan protein, zat besi, dan seratnya tinggi. Hal itu jauh berbeda dibandikan tepung terigu.

Menurut dia, biskuit itu yang membuatnya mahasiswa Unnes prodi Pendidikan Tata Boga. Kue itu dibuat menjadi dua jenis, yakni rasa manis dan asin. Dalam pembuatannya, yang membedakan ialah komposisi tepungnya.

”Yang manis itu 60 persen tepung kacang hijau, 20 persen tepung beras, dan 20 persen maizena. Yang asin, 60 persen tepung kacang hijau, 30 persen beras, dan 10 persen maizena, serta ditambah lagi dengan keju Edam,” jelasnya.

Siti menegaskan, biskuit ini sudah pernah dijual saat workshop internasional batik di Unnes dan 90 persen laku terjual. Di sisi lain, Dekan Fakultas Teknik, Unnes Dr Nur Qudus MT menjelaskan, biskuit itu akan menjadi unit usaha di universitasnya.

”Harapannya, unit usaha ini bisa memberikan kematangan terhadap mahasiswa saat hendak usaha sendiri. Dosen pun juga bisa mempelajari soal manajemen usahanya,” katanya.


(Royce Wijaya/CN39/SM Network)

Sumber : https://www.suaramerdeka.com/news/baca/122142/unnes-luncurkan-biskuit-kacang-hijau

Himpro PKK Mengabdi

himpro

Semarang (26/08/2018) HIMPRO PKK (Himpunan Mahasiswa Profesi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga) telah melaksanakan kegiatan PKK MENGABDI, yang dilaksanakan di kelurahan Ngijo, Gunung Pati, Semarang. Kegiatan PKK mengabdi kali ini mengusung tema Optimalisasi  Potensi Desa Dalam Karya Pemberdayaan Masyarakat Demi Kesejahteraan Bersama. Pada pengabdian kali ini HIMPRO PKK Mengikutsertakan Mahahasiwa Bidang Busana dalam pelaksanaannya untuk melatih ketrampilan dan peningkatan kemampuan ibu-ibu di kelurahan ngijo dalam pembuatn pakaian, kegiatan di mulai  dari proses awal yaitu pengukuran badan, mendesain pola, memotong kain sampai menjahit.

Harapannya kegiatan Pengambdian ini tidak hanya pada satu bidang tetapi bisa semua bidang yang ada di Jurusan PKK dan waktu pelaksanaan bisa terselenggara lebih lama.

(Himpro PKK)

Mahasiswa PKK FT UNNES Ikuti Rakernas HMPKKI di Universitas Negeri Surabaya

WhatsApp-Image-2018-08-23-at-00.07.24

Rapat Kerja Nasional HMPKKI (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Indonesia) ini diikuti oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan PKK dari berbagai Universitas, diantaranya Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan Universitas Negeri Surabaya selaku tuan rumah.
Univeraitas Negeri Semarang mendelegasikan 4 mahasiswa Jurusan PKK untuk mengikuti acara tersebut.

Tujuan diadakannya Rapat Kerja Nasional HMPKKI, yaitu :
1. Perumusan Program Kerja dari setiap Departemen HMPKKI.
2. Pengesahan Program Kerja HMPKKI periode 2018.

Wakil Dekan 3 bidang kemasiswaan Dr. Wirawan sumbodo, M.T. berharap, acara rakernas PKK ini perlu dimanfaatkan optimal oleh seluruh peserta agar memperoleh akses peluang kerjasama perbaikan kurikulum maupun memperluas jaringan alumni PKK agar lulusan PKK cepat terserap kerja.

(Humas FT)

Pesona Batik Simbut Dalam 2nd International Workshop on Batik Heritage

IMG_6949

Batik adalah salah satu program unggulan di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES). Seiring dengan visi Universitas, Fakultas Teknik menyelenggarakan lokakarya internasional tahunan tentang warisan batik. Sebagai rangkaian perayaan HUT ke-53 UNNES, workshop kedua akan diadakan pada bulan Juli dengan tema “Batik Simbut”.

Batik Simbut berasal dari Banten. Batik Simbut menggunakan tepung beras ketan untuk bahan dasar yang berbeda dari Batik biasa. Workshop ini bermaksud memberikan informasi kepada masyarakat tentang keberadaan Batik Simbut di Indonesia.

Workshop digelar di ruang Prof. Soedartono gedung dekanat Fakultas Teknik. Acara ini dihadiri oleh 100 peserta dari dalam dan luar negeri. Prof. YL Sukestiyarno M.S, Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya atas upaya FT UNNES beserta panitia IBWFT dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Beliau berharap seluruh peserta dapat memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.

Pemateri pada acara workshop tersebut ialah Doddie K.Permana. Ia merupakan desainer tekstil yang sudah berkecimpung lebih dari 40 tahun di bidang desain tekstil. Ia tinggal di Bandung Indonesia, dan sekarang berumur 68 tahun, berpengalaman bekerja di pabrik percetakan tekstil di Jakarta dan Bandung. Sekarang ia memiliki Textile Design Studio sejak 1998 dengan nama Desain dan Produksi Tekstil “DoddieCrafts”.

(Humas FT)